Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran tidak menganggap kesepakatan Iran dan Kelompok 5+1 sebagai sikap yang lemah dan mengatakan bahwa kesepakatan ini adalah ujian serta taktik bagi kejayaan dan kebesaran Dunia Islam.
Hujatulislam Kazem Sedighi, Khatib Jumat Tehran menyinggung penerapan program kolektif kesepakatan Jenewa antara Iran dan Kelompok 5+1 dalam beberapa hari mendatang. Menurutnya rakyat revolusioner Iran pasca kemenangan revolusi Islam mampu merubah seluruh ancaman menjadi peluang.
Sedighi juga mengumumkan dukungan rakyat Iran terhadap tim perunding nuklir Iran dan menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah mau berada di bawah tekanan.
Kepada tim perunding nuklir Iran, Khatib Jumat Tehran mengingatkan untuk selalu teliti dalam melanjutkan perundingan dan menjaga maslahat serta garis merah Republik Islam Iran.
Dalam khutbahnya Sedighi juga menyampaikan apresiasinya atas penghormatan dan kehadiran Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran di makam Syahid Imad Mugniyeh, Komandan senior Hizbullah, Lebanon dalam lawatannya ke negara itu. "Perlawanan Lebanon dalam menghadapi rezim penjajah Israel dan dunia imperialis merupakan kebanggaan Dunia Islam dan kemanusiaan," katanya.
Hizbullah, kata Sedighi, adalah kelompok pertama yang meruntuhkan mitos tidak terkalahkannya Israel dan menunjukkan keperkasaan perlawanan kepada dunia.
Mengingat kejahatan-kejahatan yang dilakukan Ariel Sharon, mantan Perdana Menteri Israel di Sabra dan Shatila serta teror yang dilakukan terhadap para petinggi Hizbullah, Sedighi menyesalkan ungkapan belasungkawa pemerintah Barat atas matinya Tukang Jagal Sabra-Shatila itu. "Sudah waktunya masyarakat Barat dan dunia sadar serta menyaksikan bahwa petinggi mereka mendukung kelompok dan anasir-anasir yang mana," tambahnya.
Berkenaan dengan Pekan Persatuan, Khatib Jumat Tehran menilai kunci persatuan Dunia Islam adalah persamaan-persamaan. Ia mengatakan, "Seluruh Muslimin percaya kepada Tuhan yang satu, Nabi Muhammad Saw dan Al Quran sebagai wahyu Tuhan serta mukjizat Rasulullah Saw."
Ia menegaskan, "Kapasitas yang dimiliki Dunia Islam dapat menjadi sebuah kekuatan besar dan jika seluruh Muslimin bersatu di bawah bendera Islam, maka Islam akan berjaya di dunia."
497599